Basmalah



”Dengan menyebut nama Allâh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”.
KEWAJIBAN ANAK TERHADAP ORANG TUA YANG SUDAH MENINGGAL.

Seorang anak tidak hanya wajib berbakti kepada kedua orang tua selama mereka masih hidup, akan tetapi setelah almarhum, juga tetap harus berbuat baik kepada kedua orang tua.

Adapun bagaimana caranya untuk berbuat baik kepada kedua orang tua yang sudah almarhum, tidak ada cara lain kecuali melalui ajaran agama, yaitu shalatkanlah mereka, mintakan ampun dosa mereka, sempurnakan janji mereka, muliakan sahabat dan keluarga yang bergantung kepada mereka. Karena ada sebuah riwayat yang menerangkan:

جَاءَرَجُلٌ فَاقَالَ : يَارَسُوْلَ اللّٰهِ هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أِبويَّ ءٌأَبِرُّ هُمَابِهِ بَعْدَ مَوْبِّهَا؟ قَالَ : نَعَـمْ ،الصَّلَاةُ عَلَيْـهِمَا وَإِنْفَـاذُ عَهْدِ هِمَـا، وَإِكْرَامُ صَدْنِقِهِمَا، وَصِلَـةُ الرَّحِـمِ الَّتِى لَا تُوْلَ إلاَّ بِهِمَا .[رواه اْبوداود]

1.Artinya: ”Pada suatu masa datang seorang pemuda kepada Rasulullah Saw. lalu bertanya: ”Ya Rasulullah, adakah apa-apa kebaikan yang boleh saya lakukan untuk kedua orang tua saya sesudah meninggal?” Maka sabda Rasulullah Saw., ”Ada, shalat atas jenazah mereka, mintakan ampun bagi mereka, sempurnakan janji mereka, hormatilah sahabat mereka dan beri pertolongan kepada keluarga yang bergantung dengan mereka”. (HR. Abu Dawud).

اِنَّ مِنْ أَبْرِ الْبِرِّ أَنْ بَصِلَ الرَّ جُلُ أَهْلَ وُدْأَبِهِ بَعْدَ أَنْ بُوَلِيَ .

2. Artinya : "Seorang berbuat baik kepada sahabat baik dari ayahnya, sesudah ayahnya meninggal itu sebesar-besar kebajikan". (HR. Muslim).

مَنْ أَحَبَّ أَنْ بَصِلَ أَباهُ فِى قَبْرِهِ فَلْيَصِلْ إِخْوَانَ أَبِيْهِ مِنْ بَعْدِهِ .

3. Artinya: ”Barang siapa suka hendak berbuat kebajikan kepada ayahnya yang di kubur, hendaklah ia berbuat kebaikan kepada sahabat-sahabat ayahnya, sesudah meninggal ayahnya kelak”. (HR. Abu Ya'ala).

Firman Allah dalam Al Qur'an:

رَبَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلـِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ .

"Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu-bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan perhitungan (hari Kiamat)." (QS. Ibrahim 14: Ayat 41)

Begitu jauh dan dalam Islam memuliakan kedua orang tua, hingga menolong sahabat dari kedua orang tua itu dianggap juga berbuat baik kepada mereka.

Dewasa ini, banyak anak-anak tiruan negara Barat. Di mana mereka tidak mau menghormati saudara ayahnya, saudara ibunya, tidak menghormati mertua, tidak hanya sebatas itu, bahkan gaya dan perangainya selalu menunjukkan ke Barat-baratan, karena menganggap kalau tidak demikian, dianggap tidak maju. Mereka tidak menyadari bahwa kelakuan mereka dipandang jijik oleh orang-orang tua, dan menyebabkan suatu kerugian kepada mereka karena akan mendatangkan suatu akibat, yakni tidak mendapat pertolongan di waktu kesusahan. Karena jarang sekali kita bertemu dengan seorang anak yang disukai oleh orang-orang tua itu jatuh di dalam kesusahan.

Sesuatu yang harus diyakini bahwa percintaan mereka (hubungan baik antara anak dan orang-orang tua) mengandung suatu kekuatan ghaib yang memimpin mereka ke jalan yang baik. Meskipun secara lahiriyah sudah tampak bahwa orang yang menyintai itu, suka menolong orang yang ia cintai.

Adapun yang lebih buruk lagi ialah, apabila anak-anak yang menghormati orang-orang tua itu bukan karena tuanya, akan tetapi karena kekayaannya. Masih ada yang lebih buruk dan sangat / amat buruk, apabila ada anak-anak yang tidak mau menghormati orang-orang tua yang miskin.

Betapa rendahnya derajat anak-anak tersebut, yang berlaku biadab terhadap orang-orang tua. Mudah-mudahan hal ini tidak menimpa kepada anak-anak rumah tangga muslim.

🙏

"Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 8)